Kiai Asep Ancam Laporkan Pungli Ribuan Guru PAI dan Risywah Muktamar NU ke Kejari Cibinong dan Polres Bogor
Bogor – KABUYUTAN.com – Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor, KH Asep Saeful Millah, mendesak Kiai Romdhon mematuhi keputusan final Rapat Syuriyah PCNU, pada Ahad (20/9/2026).
“Rapat Harian jajaran Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Ahad 20 September 2026, bersifat final. Sah dan mengikat. Rapat ini diselenggarakan resmi di Gedung PCNU. Berita acaranya dilaporkan ke PWNU dan PBNU lewat mekanisme persuratan Digdaya,” tegas Asep.
Ada dua poin hasil rapat yang dihadiri 21 dari 22 orang pengurus Syuriyah PCNU atau tingkat kehadiran mencapai 95,5 persen. Nyaris sempurna 100 persen kehadiran.
Poin pertama, Rapat Harian Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor menerima sepenuhnya pengunduran diri Romdhon dari jabatan Rais Syuriah.
“Kang Romdhon secara sukarela dan dalam keadaan sadar sudah menyatakan mundur dari jabatan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, hari Kamis 3 September 2026. Pernyataan mundur dibubuhkan lewat surat tulisan tangan bermaterai dan ditandatangani serta rekaman audio visual video,” kata Asep.
Keputusan kedua, untuk mengisi kekosongan jabatan Rais Syuriyah dan melanjutkan estafet kepemimpinan sisa masa khidmat 2026-2030, ditetapkan Wakil Rais I, Mama Ajengan Diding Sirojudin sebagai Rais Syuriyah PCNU,” tegas dia.
Kiai Asep mengatakan, keputusan Rapat Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor bukan sebagai bentuk dagelan, bukan untuk main-main atau dipermainkan oleh siapapun.
“Ini keputusan final organisasi yang sah dan mengikat untuk menjaga marwah NU. NU itu organisasi, mempunyai aturan main yang harus dipatuhi. Ada adab dalam berorganisasi. Adab berorganiasi ini harus dijaga semua,” tegas dia.
Asep mengatakan, sebetulnya selain alasan sudah memberikan pernyataan mundur tertulis yang viral di media sosial dan media massa, pertimbangan Rapat Harian Syuriyah menerima pengunduran diri Romdhon karena ia memiliki banyak persoalan hukum yang merusak nama baik NU.
“Kang Doni dari bulan Mei 2025 hingga Agustus 2026 sering menghadapi serangkaian aksi demonstrasi atas tuduhan pungutan liar pada ribuan guru PAI se-Kabupaten Bogor, dengan jumlah bervariasi mulai Rp 500 ribu hingga jutaan per korban. Masalah hukum yang membelitnya ini sangat merusak nama baik NU,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, sejak satu setengah tahun lalu, Romdhon sudah diberhentikan dari jabatan Kasubbag TU Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bogor oleh Irjen Kemenag RI dengan surat tertanggal 26 Mei 2025.
“Kalau yang bersangkutan tidak menghormati dan mematuhi putusan Rapat Harian Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, dengan segala keterpaksaan kami akan melaporkan pungutan liar ribuan guru PAI dan dugaan risywah pada muktamar NU Agustus 2026 ke Kejari Cibinong dan Polres Bogor,” kata KH Asep Saepul Milah dengan nada tegas.
Saeful mengatakan, sekarang semuanya berpulang ke Romdhon. Jika dia menerima dan patuh pada putusan final Rapat Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, ia menilai hal itu sebagai itikad baik menghormati institusi NU. Namun jika ia terus melakukan perlawanan dan pemutar balikan fakta, langkah hukum akan ditempuhnya.
Sementara itu, Anggota Mustasyar PCNU Kabupaten Bogor, Kiai Abdul Kohar mengemukakan, siapapun pengurus PCNU harus tunduk dan patuh pada hasil rapat organisasi. Termasuk dalam hal ini kang Romdhon yang sudah mengundurkan diri dan Rapat Syuriyah PCNU menerima keputusan tersebut, maka ia harus patuh pada keputusan rapat.
“Langkah apapun yang dilakukan di luar mekanisme dan melawan keputusan organiasi, itu namanya kepentingan pribadi. Bukan kepentingan organisasi,” ujar Kohar.
Oleh karena Romdhon sudah mundur tertanggal 3 September dan pengunduran dirinya diterima oleh Rapat Harian Syuriyah PCNU pada 20 September, maka tidak boleh ada kekosongan jabatan Rais Syuriyah walau hanya satu hari.
Atas dasar itu, Kohar mendukung keputusan Rapat Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor atas penetapan KH Diding Sirojudin sebagai Rais Syuriyah berikutnya, melanjutkan sisa masa khidmat 2026-2030.
“Pengangkatan Kiai Diding sebagai solusi terbaik menjaga marwah NU, yang sedang tercabik-cabik, untuk mengisi kekosongan. Mekanismenya sudah sesuai. Saya mendukung penuh. Saya juga mendoakan agar beliau bisa membawa kemaslahatan dan keberkahan untuk PCNU dan Nahdliyyin Bogor ke depan,” kata Kohar.
Ahmad Fahir
