Bogor, KABUYUTAN.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Gus Abdul Somad mengatakan, pondok pesanten sebagai asat sangat berharga yang dimiliki umat Islam Indonesia. Keberadaan pesantrern harus terus dijaga, dilesatarikan dan dikembangkan demi kemajuan umat dan bangsa.
“Pesantren adalah benteng aqidah ahlussunnah wal jamaah dan akhlak umat. Pemerintah sangat terbantu dengan keberadaan pesantren dalan membina masyarakat,” kata Somad pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Peringatan Haul Tuan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani QS di Pondok Pesantren Ar-Ruhama, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri ribuan jamaah. Hadir pula Wakil Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, KH Asep Saepul Milah, Wakil Katib I Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Kiai Ahmad Fahir, Sekretaris PCNU, Ustadz Dawud Muslim, dan Katib Syuriyah MWCNU Kecamatan Ciomas, Ustadz Aan Anshori.
Pihak panitia mengundang dua pucuk pimpinan PCNU Kabupaten Bogor, yakni Rois Syuriyah KH Diding Sirojudin, dan Ketua Tanfidziyah, Gus Abdul Somad. Kiai Diding berhalangan hadir, karena tengah menunaikan ibadah umroh. Gus Somad yang mewakili jajaran PCNU, menyampaikan pengarahan pada acara tahunan Pesantren Ar-Ruhama tersebut.
Lebih lanjut, Abdul Somad mengajak warga NU untuk bahu membahu dalam melestarikan pondok pesantren. Pasalnya institusi sosial yang satu ini memiliki sejarah panjang sebagai ujung tombak utama penyebaran Islam baik di bumi Pasundan maupun Nusantara.
“Sejarah pondok pesantren sangat panjang. Kontrubusinya dalam pembangunan bangsa ini sangat besar. Pesantren sebagai faktor terpenting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan dan proklamasi Indonesia,” bebernya.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ruhama, KH Asep Saepul Milah mengharapkan kepengurusan PCNU Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan duet Rois Syuriyah KH Diding Sirojudin yang baru dikukuhkan pada Minggu (20/9/2026) dapa merajut kerjasama yang kompak dan solid dengan Ketua Tanfidziyah Gus Abdul Somad.
“NU berakar dari pesantren. Sangat identik. Mayoritas pesantren di Bogor bercorak NU. Kami berharap Rois Syuriyah Kiai Diding Sirojudin dan Ketua Tanfidziyah Gus Somad dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam memperkuat pesantren-pesantren yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar pendiri Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Bagi Saepul, NU layaknya rumah atau payung besar bagi eksistensi pesantren. Keduanya harus sinergis untuk memperkuat khidmat dan dakwah rahmatan lil alamain di bumi Pakuan Pajajaran Bogor.
“NU dan pesantren harus bahu membahu dalam merawat ajaran ahlussunnah wal jamaah dan mengembangkan dakwah yang sesuai dengan kultur masyarakat Sunda Bogor,” ujarnya.
Rusmana
