Bogor – KABUYUTAN.com – Dukungan pada Mama Ajengan Diding Sirojudin untuk menakhodai Syuriyah Pengurus Cabang Nahdltul Ulama Kabupaten Bogor mengalir deras. Diding yang sudah dikukuhkan oleh Rapat Syuriyah dan Sidang AHWA, Ahad (20/9/2026), dinilai sangat layak menjadi rais Syuriyah PCNU.
Mustasyar PCNU Kabupaten Bogor, KH Abdul Kohar Hamim memberikan dukngan secara terbuka pada Mama Ajengan Diding Sirojudin saat bertemu di Gedung PCNU, Rabu (14/10/2026).
“Saya mendukung Ajengan Diding untuk menjadi Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor masa hidmat 2026-2030. Ini bukan soal dukungan semata, tapi sangat darurat. Menyangkut kebaikan untuk PCNU, karena sudah sesuai dengan mekanisme organisasi,” ujar Kiai Kohar.
Selain sesuai mekanimse organiasi, Ajengan Diding merupakan Wakil Rais 1. Urut kacang. Karena Kiai Romdhon sudah mundur dan diterima oleh seluruh jajaran Syuriyah PCNU, pilihan terbaik menetapkan pengurus di bawahnya untuk melanjutkan tugas khidmat.
Kohar menilai Ajengan Diding memiliki akseptabilitas dan kemampuan managerial organisasi yang baik, yang dibutuhkan untuk menata PCNU Kabupaten Bogor.
“PCNU ini gerbong besar, milik umat. Mengelolanya harus dilakukan secara kolektif kolegial. Nggak bisa kumaha aing. Niatnya juga harus lurus. Orientasinya harus untuk kemaslahatan umat,” papar dia.
Bukan Pengurus Partai
Menurut Kiai Kohar, seorang Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor harus independen dari keterlibatan atau kooptasi partai plitik tertentu.
“Jabatan Rais Syuriyah tidak boleh dipegang orang partai politik. Ini aturan main. Tidak bisa ditawar-tawar. Kiai Diding Sirojudin bukan orang partai,” kata Kohar.
Oleh karena mekanisme organisasi sudah sesuai, bebas dari partai politik, tidak ada alasan bagi Kiai Kohar menolak penetapan Ajengan Diding sebagai Rais Syuriyah PCNU.
Sementara itu, Mama Ajengan Diding Sirojudin menyatakan, rasa hormat dan terima kasihnya kepada Kiai Kohar selaku Mustasyar PCNU, yang memberikan dukungan dan doa pada dirinya,
“Saya akan sam’an wa tha’atan ke jajaran Mustasyar, karena secara hirarki sebagai penasihat PCNU. Saya pastikan, saya tidak ada keterlibatan dengan partai politik manapun,” ujar Ajengan Diding.
Diding memastikan, bila jalan takdir mulus mengantarkannya sebagai nakhoda penuh Syuriyah PCNU 2026-2030, ia akan membawa NU berdiri di atas kepentingan semua.
“NU merupakan organisasi milik umat. PCNU harus bekerja untuk kemaslahatan semua, mewujudkan visi dakwah rahmatan lil’alamin,” demikian Mama Ajengan Diding Sirojudin.
Ahmad Fahir
