BOGOR, KABUYUTAN.com – Nahdlatul Ulama (NU) merupakan entitas terbesar bangsa yang tumbuh dari bawah, yang berakar tradisi kuat dan kompatibel dengan warisan nilai diluhung bangsa. NU memiliki peran strategis dalam merawat identitas lokal, sebagai bagian penting dari khazanah kekayaan budaya nasional.

Demikian diutarakan oleh Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Dr. KH. Romdhon, MH, Selasa (27/1/2026) di Cibinong.

Pada Sabtu sore (24/1/2026), Kiai Romdhon menghadiri kegiatan Sasakala Babad Tjileungsi, yang digagas oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cileungsi.

Perhelatan akbar tersebut sebagai refleksi 100 tahun hari lahir Nahdlatul Ulama, yan digelar berupa lokakarya sejarah Cileungsi, napak tilas, pertunjukan seni budaya hingga doa bersama keselamatan bangsa.

Cileungsi terbilang sebagai salah satu perkampungan tua di wilayah Bogor Raya. Daerah ini merupakan situs bersejarah sebagai lalu lintas utama jalur darat era Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran.

Setidaknya, dalam kurun 1482 hingga 1579, lalu lintas dari pusat keraton Kerajaan Sunda di Batutulis, Kota Bogor ke Karawang, Sumedang Larang, Cirebon, Talaga Manggung hingga Galuh di Ciamis, menjadikan Cileungsi sebagai jalur utama.

Kiai Romdhon mengapresiasi prakarsa Sasakala Babad Cileungsi tersebut. “Warisan sejarah dan budaya karuhun kita harus dijaga bersama, sebagai aset berharga urang Bogor hari ini, aset penting generasi mendatang. Jangan sampai terjadi pembelokan sejarah lokal atau tokoh-tokoh Sunda oleh siapapun,” tegasnya.

SASAKALA BABAD TJILEUNGSI: Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Dr KH Romdhon, MH dan Katib Syuriyah PCNU, KH Kholil Khoiruddin, M.Pd.I (baris paling belakang, tengah) bersama para peserta Sasakala Babad Tjileungsi, yang digagas MWCNU Kecamatan Cileungsi, Sabtu (24/1/2026).

Kiai Romdhon mengajak para pemangku kepentingan NU, pesantren-pesantren NU dan simpul civil society NU di Kabupaten Bogor untuk menguatkan dakwah kultural, melalui penguatan budaya lokal Sunda, tradisi dan seni masyarakat.

Dakwah kultural bukan sekadar pelestarian nilai perjuangan yang diwariskan para ulama Sunda masa silam, namun manifestasi kebutuhan dalam menjaga masyarakat dari maraknya imprealisme budaya asing yang datang dari berbagai belahan dunia.

“Dengan perkembangan teknologi informasi, ketahanan budaya lokal mengalami ujian berat. Budaya asing sangat mudah diakses siapapun selama 24 jam. Kalau ketahanan dan filternya lemah, akan mudah terpapar pengaruh budaya bangsa lain,” kata Kiai Romdhon.

Dia mengutarakan, faham ahlsussunnah wal jamaah dan moderasi keagamaan yang menjadi ciri khas khas ajaran NU senapas dengan kearifan lokal Sunda. Karenanya, perlu menguatkan semangat kolaborasi dan gotong royong dalam menangkal wabah budaya asing dengan menguatkan identitas lokal.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor periode 2009-2019 ini terbilang sebagai sosok yang memiliki kepedulian pada sejarah dan budaya Sunda. Saat menjadi ketua tanfidziyah, ia beberapa kali menggagas program penguatan relasi dan akulturasi Islam – Sunda. Antara lain melalui napak tilas refleksi relasi dan sejarah Islam masuk bumi Pakuan Pajajaran Bogor.

Bagi Kiai Romhon, Islam – Sunda dapat berjalan selaras dan berdampingan, tidak saling menegasikan. Realitasnya, kedua entitas ini saling membutuhkan, untuk sama-sama memberikan warna kehidupan. Perlu meningkatkan kolaborasi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, visi pembangunan Kabupaten Bogor yang mengangkat tema “Kuta Udaya Wangsa”, yang berarti kota fajar bangsa, sebagai gagasan besar dan komitmen untuk menguatkan identitas lokal Sunda. Pasalnya, Bogor masa silam bukan hanya sebagai ibu kandung peradaban Sunda, namun juga sebagai simbol kemajuan Nusantara.

“Dalam bentang panjang sejarah Sunda, Bogor masa silam memainkan peran penting sebagai lokomotif utama kemajuan peradaban dunia pada zamannya. Bahkan sebagai lompatan besar yang melampaui zaman, seperti mahakarya Bujangga Manik, prestasi besar yang melampaui kemajuan kala itu.” (Ahmad Fahir)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *