Bogor, KABUYUTAN.COM – Mujiz Istigotsah Hasyimiyah, Gus Fahmi Amrullah Haziq mengemukakan, kumpulan wirid yang disusun Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari memiliki ciri khas tersendiri. Redaksinya berbeda dengan kumpulan wirid khusus yang selama ini diamalkan warga NU dalam berbagai kegiatan istigotsah di Tanah Air dari tingkat PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU, PRNU hingga pesantren dan berbagai perkumpulan warga NU.
Perbedaan mencolok Istigotah Hasyimiyah terletak pada awal wirid yang dimulai dengan bacaan Asmaul Husna, kemudian istighfar dan diakhiri dengan syair qoshidah yang ada di kitab Manaqib Tuanku Syaikh Abdul Qodir Al Jailani RA.
Keunggulan lainnya, lanjut Gus Fahmi Amrullah, dalam Istigotsah Hasyimiyah, ada redaksi memanggil, mengundang kehadiran dan bertawassul kepada para wali, para kekasih dan rijal Allah, para orang sholeh, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, seperti ya ruqoba, ya nuqoba, ya nujaba, ya abdal, ya autad, ya ghous sampai ya quthb.
Gus Fahmi Amrullah melanjutkan, ada sekelumit kisah tentang penyusunan Istighosah tersebut. Konon KH Hasyim Asy’ari pernah memprediksi berbagai gonjang-ganjing yang akan menimpa Indonesia, terurtama Nahdlatul Ulama.
“Istighosah Hasyimiyah ini sudah selayaknya diamalkan para pemimpin, pengurus, kader penggerak dan jamaah NU di manapun berada, mulai tingkat PB hingga tingkat terbawah di ranting atau anak ranting maupun perkumpulan jamaah hingga warga NU perorangan,“ seru Gus Fahmi Amrullah.
Penelitian dan Publikasi Istigotsah Hasyimiyah
Gus Fahmi Amrullah Haziq dan KH Zakariya Amiruddin melakukan serangkaian kegiatan untuk membumikan kembali Ijazah Hasyimiyah. Antara lain melalui studi pustaka, riset lapangan dan menyelenggarakan temu ilmiah di wilayah Jombang maupun Jawa Timur, agar masyarakat luas mengetahui dan memegang kembali jimat pusaka warisan Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari.
Zakariya Amirudin mengutarakan, penelitian dan penelusuran validitas sanad silsilah ijazah Istigotsah Hasyimiyah, antara lain ia lakukan dengan mendatangi keluarga KH Fakhdruddin Dasuki dan Pesantren Thoriqul Huda yang diasuhnya di Kabupaten Ponorogo.
“Kebetulan menantu KH Fakhruddin Dasuqi, Gus Kholid, kawan saat kuliah di Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng. Kami telusuri kembali mahakarya wirid yang disusun Hadratusy Syaikh, sebagai warisan besar yang hilang selama lebih dari 50 tahun” papar Zakariya.
Zakariyah mengemukakan, ia menerima ijazah Istigotsah Hasyimiyah dari dua jalur, yakni melalui Gus Zaki Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, dan melalui Gus Kholid, Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Kabupaten Ponorogo.
Berikut ini teks Istighosah Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang:
بسم الله الرحمن الرحيم
1x أَسْمَاءُ الْحُسْنَى
3x أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ اِلَيْه
11x لَا إِلهَ اِلّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ
11x يَا اللهُ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالْاِكْرَامِ
11x بِسْمِ اللهِ بِعَوْنِ اللهِ، يَا اللهُ يَا حَفِيظُ
11x اِلَهَنَا يَا سَيِّدَنَا اَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ / الظَّالِمِيْنَ / الْمُنَافِقِينَ
9x يَا حَنَّانُ يَا مَنَانُ يَا دَيَّانُ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَارِجَالَ الْغَيْبِ، يَا أَيُّهَا الْاَرْوَاحُ الْمُقَدَّسَةُ، أَغِيْثُوْنِي بِالْغَوْثَةِ، وَانْظُرُوْنِي بِالنَّظْرَةِ، يَا رُقَبَاءُ، يَا نُقَبَاءُ، يَا نُجَبَاءُ،
يَا أَبْدَلُ، يَا أَوْتَدُ، يَا غَوْثُ، يَا قُطْبُ، أَغِيْثُونِى بِالْغَوْثَةِ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
3x يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ بَلِّغْ عَلَى الْمُسْلِمِينَ
Ahmad Fahir
