Bogor, KABUYUTAN-com – Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, menyelenggarakan resepsi milad ke-50 tahun, Sabtu (25/10/2025) di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor. Kegiatan bersejarah ini dihadiri sekitar 11.000 orang santri, alumni, wali santri dan masyarakat luas.

Daarul Rahman didirikan oleh Prof KH Syukron Ma’mun, BA, KH Abdul Qodir Rahman, KH Antung Ghazaly, BA dan KH Masyhuri Baidhowi, MA, pada 1975, di atas tanah wakaf H Abdurrahman Naidi, yang berlokasi di Jalan Senopati Dalam II No 35 A, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, Prof KH Syukron Ma’mun, BA.

Daarul Rahman berkembang pesat. Kini berdiri di tiga Lokasi berbeda. Pesantren Daarul Rahman I berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Daarul Rahman II terletak di Kampung Jambu, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Sedangkan Daarul Rahman III berpusat di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.

Pesantren Daarul Rahman menetapkan kebijakan mukim penuh bagi santri selama 24 jam. Saat ini total santri yang tengah menimba ilmu di Daarul Rahman di tiga lokasi mencapai 5.000 orang. Mereka berasal dari seluruh daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Model pendidikan yang dikembangkan Pondok Pesantren Daarul Rahman perpaduan antara model pesantren salafiyah ala Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, dan pesantren modern ala Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dengan jenjang Pendidikan setingkat MTs dan MA selama 6 tahun.

Pesantren Sidogiri, memiliki keunggulan dan ciri khas sebagai model pendidikan salafiyah, dengan mengkaji kitab-kitab kuning serta pendidikan tirakat sebagaimana dikembangkan di pesantren-pesantren tradisional di Indonesia. Sedangkan Gontor mengajarkan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, yang ditopang disiplin ketat.

Resepsi Milad 50 Tahun Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, di SICC Sentul, Kabupatren Bogor, Sabtu (25/10/2025).

Direktur Pondok Pesantren Daarul Rahman I Jakarta, Gus Faiz Syukron Ma’mun, saat dihelat resepsi Milad 50 tahun di SICC, merilis silsilah sanad keilman KH Syukron Ma’mun, yang berakar dari Pesantren Sidogiri dan Gontor, Jawa Timur.

“Silsilah sanad ilmu sangat penting. Saya diperintahkan oleh ayahanda KH Syukron Ma’mun, dan banyak alumni yang meminta, agar sanad keilmuan Daarul Rahman yang tersambung secara lengka hingga Rasulullah SAW ditelusuri,” tegas pria yang juga Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta ini.

Menurut Gus Faiz, sanad ilmu KH Syukron dari kedua pesantren yang menjadi ladang ilmunya bertemu pada akar dan guru yang sama, yakni Syaikh Mahfuzh At-Turmusi, di Pondok Pesantren Termas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, yang terletak di barat daya Jawa Timur.

“KH Syukron Ma’mun perpaduan Pesantren Sidogiri dan Gontor. Sanad ilmu pendiri Sidogiri dan pendiri Gontor bertemu di guru dan pesantren yang sama, Syaikh Mahfuzh At-Turmusi, Pesantren Termas, Pacitan, Jawa Timur,” ungkap Gus Faiz yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi DKI Jakarta.

Gus Muhammad Faiz Syukron Ma’mun

Syaikh Mahfuzh At-Turmusi adalah seorang ulama ahlussunnah wal jamaah di bidang ilmu fiqh, hadits, dan qiroat yang mengajar di Masjidil Haram. Lahir di Termas, 31 Agustus 1868 dan wafat di Mekah, 20 Mei 1920, dimakamkan di Jannatul Ma’la.

Bila rundayan silsilah sanad ilmu Syaikh Mahfuzh At-Turmusi dirunut secara detail dan berurutan, ia tercatat sebagai generasi ke 45 rantai emas silsilah ilmi dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan KH Syukron Ma’mun merupakan murid generasi ke-4 dari Syaikh Mahfuzh At-Turmusi, baik dari jalur Sidogiri maupun Gontor.

Dari Sidogiri, sambung pria yang juga Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulam (PBNU) ini, Kiai Syukron belajar ke KH Nawawi bin Nurhasan, dari KH Abdul Jalil Fadhil, dari KH Muhammad Kholil bin Nawawi, dari Syaikh Mahfuzh Termas.

Selanjutnya, terasng Gus Faiz, dari jalur Gontor, KH Syukron Ma’mun merupakan santri KH Ahmad Zarkasyi, dari KH Ahmad Sahal, dari KH Mansur Jusari, yang belajar langsung ke Syaikh Mahfuzh, Termas.

“Baik dari sanad Sidogiri maupun Gontor, KH Syukron Ma’mun pemegang sanad ilmu generasi ke-49 dari mata rantai emas Rasulullah SAW,” demikian KH Faiz Syurkon Ma’mun.

Ahmad Fahir

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *