BOGOR, KABUYUTAN.com – Urang Bogor memiliki cara khas dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Antara lain dengan menggelar ritual adat Ruwahan, yakni munajat yang dilakukan usai tibanya malam Nisfu Syaban, malam ke-15 bulan Syaban, dua pekan menjelang Ramadhan.

Munajat Ruwahan dilakukan dengan berbagai cara, yakni dengan ziarah ke makam orang tua dan karuhun Sunda, menyambangi keramat ulama, tawassul, peringatan haul, napak tilas dan wisata religi hingga cucurak alias makan-makan bersama keluarga atau kolega.

Pondok Pesantren Ar-Ruhama, yang terletak di Kelurahan Padasuka, Kecamatam Ciomas, Kabupaten Bogor, memiliki kebiasan Ruwahan dengan melakukan napak tilas dan ziarah ke makam para ulama sepuh Sunda. Hal itu dilakukan setiap akhir Syaban menjelang Ramadhan.

Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Ruhama, KH Saepul Millah mengemukakan pihaknya berencana melakukan napak tilas Ruwah, dengan menziarahi makam Syaikh Aria Wangsa Goparana.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara kolaboratif dengan Situs Kabuyutan Online, pada Minggu 8 Februari 2026, bertepatan dengan 20 Syaban 1447 H.

Syaikh Aria Wangsa Goparana merupakan salah satu ulama terkemuka bumi Pasundan, yang memegang peran penting Islamisasi tatar Sunda.

Makam Syaikh Wangsa Goparana terletak di Keramat Nangka Beurit, Kampung Cileungsing, Desa Sagala Herang Kaler, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang.

Raden Aria Wangsa Goparana merupakan ulama ningrat Sunda keturunan raja Pakuan Pajajaran, Prabu Siliwangi, dari garis Kerajaan Talaga Manggung, yang terletak di daerah Talaga Sangiang, Banjaran, Kabupaten Majalengka.

Goparana adalah putra Raja Talaga Prabu Aria Kikis, putra Prabu Rangga Mantri, Putra Prabu Mundingsari Alit, Putra Prabu Mundingasri Ageung, putra Sribaduga Maharaja Prabu Siliwangi, raja Sunda Pakuan Pajajaran, Kota Bogor, tahun 1482-1521.

Aria Wangsa Ghoparana menyebarkan Islam bukan hanya di wilayah Subang, namun ke penjuru wilayah Jawa Barat bagian tengah, yang masuk dalam kekuasaan Sumedang Larang. Antara lain Purwakarta, Cianjur, Bandung hingga Limbangan, Garut.

Pendiri Kerajaan Gagang, Cikundul, Cianjur, Raden Aria Wiratanu, adalah putra sulungnya. Dari garis Dalem Wiratanu Cikundul dan anak-anak lainnya, ia menurunkan banyak ulama besar, bupati dan pemimpin terkemuka di Jawa Barat dan Banten. (Ahmad Fahir)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *