SUBANG, KABUYUTAN.com –Di seantero Tatar Sunda, yang mencakup seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten hingga sebagian wilayah Jawa Tengah, terdapat banyak sekali makam ulama penyebar Islam. Nyaris di setiap jengkal tanah Sunda terdapat makam keramat.

Salah satunya situs makam Keramat Nangka Beurit. Makam ini terletak di Nangka Beurit, Kampung Cileungsing, Desa Sagala Herang Kaler, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Keramat Nangka Beurit yang terletak di kawasan berudara sejuk di kaki gunung Sunda purba, merupakan makam tokoh ulama penting yang berjasa menyebarkan Islam di bumi Pasundan, yakni Raden Aria Wangsa Goparana atau Syaikh Wangsa Goparana.

Keturunan Maharaja Sunda Pakuan Pajajaran

Raden Aria Wangsa Goparana merupakan ningrat Sunda keturunan raja Sunda Pakuan Pajajaran, Prabu Siliwangi, dari garis Kerajaan Talaga. Ia lahior di Keraton Talaga, putra Sunan Wanaperi, yang dikenal juga dengan panggilan Syaikh Aria Kikis Banjaran, Talaga, Kabupaten Majalengka.

Syaikh Aria Kikis adalah raja Talaga, kerajaan Sunda yang terletak di lereng barat daya Gunung Cermai. Ia merupakan putra Prabu Rangga Mantri, putra Prabu Mundingsari Alit, putra Prabu Mundingsari Ageung, putra Sribaduga Maharaja Prabu Siliwangi, raja Sunda Pakuan Pajajaran, Kota Bogor, 1482-1521.

Pada 1530, Raden Aria Wangsa Goparana muda memutuskan hijrah dari keraton Talaga Manggung di Majalengka ke arah barat dan menetap di daerah Sagalaherang, Kabupaten Subang hari ini, untuk menyebarkan Islam.

Aria Wangsa Goparana menyebarkan Islam bukan hanya di wilayah Subang, namun ke penjuru wilayah Jawa Barat bagian tengah, yang masuk dalam kekuasaan Sumedang Larang. Antara lain Purwakarta, Cianjur, Bandung hingga Limbangan, Garut.

Menurunkan Ulama dan Pemimpin Tanah Sunda

Syaikh Wangsa Goparana merupakan karuhun dari banyak ulama dan pemimpin di tanah Sunda. Anak, cucu dan putu Goparana menyebar ke berbagai daerah di bumi Pasundan, menjadi pemimpin berpengaruh di wilayah masing-masing.

Syaikh Goparana memiliki delapan putra yang menjadi ulama dan pemimpim di tanah Sunda. Putra pertamanya adalah Raden Jayasasana, Raja Gagang Cikundul. Kerap disematkan sebagai bupati pertama Cianjur, tokoh penyebar Islam generasi awal kota tauco.

KERAMAT NANGKA BEURIT: Makam Syaikh Wangsa Goparana, di Keramat Nangka Beurit, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang.

Namanya lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Dalem Cikundul. Dalem Cikundul menurunkan ara ulama, bupati dan pemimpin di wilayah Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bekasi, Karawang, Sumedang, dan Garut.

Sejumlah ulama besar Sunda keturunan Kanjeng Dalem Cikundul, antara lain Syaikh Baing Yusuf, guru Syaikh Nawawi Banten dan maha guru ulama Nusantara, Syaikh Mukhtar Al-Bughuri, imam besar Masjidil Haram, sayyidul hijaz dan maha guru ulama Nusantara, dan KH Abdullah bin Nuh, Kota Bogor.

Sedangkan para pemimpin yang lahir dari garis Kanjeng Dalem Cikundul, yaitu Dalem wiratanudatar alias bupati ke-II hingga VI Cianjur, Dalem Abas Suria Nata Kusumah, Garut, Pangeran Sugih dan Pangeran Mekah, Sumedang, Dalem Wiradinata dan Dalem Sholawat Empang serta Dalem Kartanatanagara, Rangkasbitung, Banten.

Dilarang Ziarah Hari Sabtu

Makam Syaikh Aria Wangsa Goparana selalu ramai didatangi peziarah, terutama pada malam Jumat dan hari Minggu. Peziarahan ini selalu dibuka selama 24 jam, kecuali hari Sabtu.

Sejak jumat siang hingga Sabtu sore makamnya dikunci dan dilarang ziarah bagi siapapun. Warga setempat menyebut, waktu tersebut “pamali” atau dilarang ziarah.

“Secara turun temurun tidak boleh ziarah ke keramat Sagala Herang sepanjang Sabtu, yakni mulai Jumat siang hingga Sabtu sore. Makam baru buka baksa asae menjelang malam minggu,” tutur wraga setempat.

Sedangkan hari-hari lainnya, peziarah bebas datang ke makam Syaikh Wangsa Goparana, yang terletak di pedalaman daerah Sagala Herang, wilayah selatan Kabupaten Subang. Suasana sekitar makam terbilang sunyi, tidak ada rumah dan jauh dari permukiman penduduk.

Rute Ziarah Makam Syaikh Wangsa

Makam Syaikh Wangsa Goparana terletak di daerah strategis dan mudah diakses dari Bogor atau Jakarta. Makam ini terletak di Jalan Provinsi Purwakarta-Subang. Dari Tol Cipali sekitar dua jam perjalanan kendaraan.

Perjalanan menuju makam Syaikh Wangsa Goparana dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, roda empat maupun bis. Rutenya melalui Kota Purwakarta – Wanayasa – Sagalaherang. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Purwakarta.

Sedangkan akses dari arah Kota Subang perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun bis menuju Jalan Cagak – Sagalaherang. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam.  (Ahmad Fahir)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *