GARUT, KABUYUTAN.com – Islam merupakan ajaran dan sumber nilai universal yang dapat diterima bangsa manapun di dunia. Islam dapat hidup berdampingan dan selaras dengan heterogenitas budaya dan suku bangsa. Akulturasi Islam Sunda di Kampung Adat Pulo, Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut menunjukkan hal itu.
Bumi Limbangan menyimpang pesona budaya dan jejak panjang eksotisme akulturasi Islam dengan akar budaya masyarakat Tatar Sunda. Keberadaan Kampung Pulo di situs cagar budaya kuno berusia ribuan tahun sebagai salah satu buktinya.
Di Komplek Wisata Kampung Adat Pulo, Cangkuang, Garut terdapat sejumlah objek wisata alam dan budaya. Untuk menuju destinasi wisata ini, kita disuguhkan pemandangan indah alam Setu Cangkuang. Kita dapat menggunakan sampan untuk menuju wahana wisata religi Kampung Pulo.

Di Kampung Pulo terdapat tiga objek wisata sejarah dan budaya sekaligus. Pertama, kita disuguhkan pesona warisan peninggalan Sunda era Kerajaan Tarumanagara berupa Candi Cangkuang. Para ahli memperkirakan Candi Cangkuang dibangun pada tahun 700-an alias abad 8 M.
Selanjutnya, kita akan menjumpai makam keramat tokoh penyebar Islam bumi Limbangan Garut, Kanjeng Dalem Arif Muhammad. Makam sang ulama terletak di sebalah Candi Cangkuang.
Artinya, ia menjadikan daerah ini sebagai pusat dakwah Islam, tinggal, wafat hingga dimakamkan di Kampung Pulo. Namun ia juga membiarkan Candi Cangkuang tetap berdiri kokoh, tidak dirusak, sehingga keberadaannya tetap terjaga dengan baik hingga sekarang.
Alhasil situs penting bernilai sejarah tinggi tersebut hingga kini tetap lestari, terjaga dengan baik. Masyarakat luas generasi hari ini dapat menikmati warisan peninggalan Sunda yang telah berusia ribuan tahun.
Selain itu, di Kampung Adat Pulo juga terdapat rumah panggung tradisional Sunda, yang dibangun dari bilik. Rumah adat ini berjumlah tujuh buah dan dihuni oleh keturunan Dalem Arif Muhammad.
Keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan dengan baik, sebagai warisan besar akulturasi Islam Sunda dan pesona wisata budaya unggulan di Garut. (Ahmad Fahir)
